Untuk mengetahui secara pasti, penderita harus segera melakukan pemeriksaan laboratorium. Kadar asam urat normal pada pria berkisar antara 3,5 - 7 mg/dl dan pada wanita antara 2,6 - 6 mg/dl. Biasanya penderita asam urat mengobatinya dengan obat dari dokter untuk anti inflamasi seperti dexamethopan agar tidak terlalu bengkak. Namun biasanya setelah obat habis maka sewaktu-waktu dapat muncul lagi terutama apabila penderita mengkonsumsi makanan seperti kacang kedelai, mlinjo, jeroan, dll. yang merupakan makanan pantangan bagi penderita asam urat. Berikut kami infokan beberapa obat tradisional yang dapat dicoba, semoga bermanfaat :
1. Obat Asam Urat Sambiloto (Adrographis panniculata). Sambiloto mengandung beberapa senyawa flavanoid, alkane, keton, aldehid, dan juga beberapa mineral seperti kalsium, kalium dan natrium. Sambiloto rasanya pahit, namun tanaman ini telah dikenal sebagai anti radang, penghilang nyeri dan juga penawar racun.
Cara meramu :
Cuci bersih dan rebus sambiloto kering 10 gram, rimpang temulawak kering 10 gr, komfrey 5 - 10 gram dan buah lada 1 gr dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas, diminum 3 kali satu gelas setiap hari, dikonsumsi 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
2. Obat Asam Urat Kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Telah lama dikenal sebagai diuretik yang berkhasiat sebagai penghancur batu saluran kencing. Rasanya manis sedikit pahit, garam kalium dalam tanaman ini memang berkhasiat melarutkan batu ginjal, karenanya banyak digunakan sebagai obat penghancur batu. Kandungan sinsetin-nya bersifat sebagai antibakteri, dan tanaman ini juga mengandung senyawa orthosiphonin glikosida. Sifat diuretik tanaman ini berguna untuk membantu tubuh membuang kelebihan asam urat lewat urin.
Cara Meramu :
Cuci bersih 10 gr daun kumis kucing kering atau 20 gr basah, 10 gr meniran kering atau 20 gr basah, 10 gr sawi tanah kering atau 20 gr basah, 15 gr jahe merah kering atau 30 gr basah, dan 10 gr kapulaga kering. Memarkan jahe merah dan gabung dengan bahan yang lain, rebus dalam satu liter air hingga tersisa setengahnya. Diminum pagi, siang dan sore hari, masing-masing ¾ gelas (150 ml) atau minum dua kali sehari masing-masing 200 ml.
Cuci bersih 10 gr daun kumis kucing kering atau 20 gr basah, 10 gr meniran kering atau 20 gr basah, 10 gr sawi tanah kering atau 20 gr basah, 15 gr jahe merah kering atau 30 gr basah, dan 10 gr kapulaga kering. Memarkan jahe merah dan gabung dengan bahan yang lain, rebus dalam satu liter air hingga tersisa setengahnya. Diminum pagi, siang dan sore hari, masing-masing ¾ gelas (150 ml) atau minum dua kali sehari masing-masing 200 ml.
3. Obat Asam Urat Daun Salam (Eugenia polyanta). Dikenal masyarakat Indonesia sebagai bumbu masak karena memiliki keharuman yang khas yang bisa menambah kelezatan masakan nusantara. Daun salam rasanya kelat dan bersifat astringent. Senyawa-senyawa seperti minyak atsiri, tannin dan flavonoid banyak terdapat dalam daunnya. Untuk pengobatan memang daunnya lah yang paling banyak digunakan, tetapi akar, kulit dan buahnya pun berkhasiat sebagai obat.
Cara Meramu :
Rebus 10–15 lembar daun salam segar ataupun kering dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, minum 2 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Rebus 10–15 lembar daun salam segar ataupun kering dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, minum 2 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar